Panduan Tipe Jalan

Dari Wazeopedia

Pendahuluan

Halaman ini menjelaskan ketentuan Waze Indonesia mengenai tipe-tipe jalan, dan dapat digunakan menjadi panduan penyunting dalam pemetaan segmen-segmen baru dalam WME.

Ketentuan-ketentuan yang ada di halaman ini merupakan perbaruan ketentuan-ketentuan awal yang ditetapkan Waze Indonesia pada halaman forum ini. Jika tidak ada penambahan di bawah, maka ketentuan yang ada di halaman forum tetap berlaku.

Halaman ini TIDAK menjelaskan mengenai ketentuan pemberian nama-nama untuk tipe-tipe jalan, untuk mencegah supaya halaman ini tidak terlalu panjang. Ketentuan penamaan jalan sesuai tipenya dapat anda baca di halaman Penamaan Jalan.
ID logo icon.png


Jalan-Jalan Yang Dapat Dilalui Kendaraan

 Jalan Tol  dan  Penghubung 

Dalam proses pekerjaan

 Jalan Raya Utama 

Dalam proses pekerjaan

 Jalan Raya 

Dalam proses pekerjaan
  • Digunakan untuk memetakan jalan-jalan bertipe arteri primer/sekunder

 Jalan Utama 

Dalam proses pekerjaan
  • Digunakan untuk memetakan jalan-jalan bertipe kolektor primer/sekunder

 Jalan 

Dalam proses pekerjaan

 Dirt Road / 4X4 Trail 

Dalam proses pekerjaan

 Jalan Parkir 

Segmen-segmen  Jalan Parkir  sering sekali menjadi bahan pembicaraan dan perdebatan di antara Wazers, karena fungsinya yang sering kali kontroversial.

Berikut adalah bantuan dan pedoman pemetaan segmen-segmen  Jalan Parkir  di Indonesia:

  • Segmen-segmen yang harus dipetakan untuk  Jalan Parkir  adalah segmen-segmen yang tersambung dengan jalan-jalan utamanya saja. Dengan kata lain, segmen-segmen yang dipetakan hanya segmen yang mengatur arus masuk dan keluar saja.
  • Segmen-segmen  Jalan Parkir  yang dipetakan harus merupakan satu aliran antara jalan masuk dari dan jalan keluar ke jalan-jalan utama.
  • DILARANG memetakan semua baris yang ada di dalam sebuah Tempat/Area, karena hal tersebut akan mengotorkan peta, membingungkan Wazers, dan menambah beban untuk server dan aplikasi klien Waze.
  • DILARANG menggunakan fitur Jalan Tol/Toll Road untuk jalur masuk/keluar  Jalan Parkir , dengan penjelasan sebagai berikut:
    • Di Indonesia, sebutan Jalan Tol hanya diberlakukan pada jalan bebas hambatan dimana pengemudi dikenakan biaya untuk memakai jalan tersebut (UU 38/2014 tentang Jalan, pasal 43-57). Pada umumnya pengemudi akan langsung mengaitkan Toll Road dengan Jalan Tol (Bebas Hambatan) dan bukan pada tipe segmen lainnya.
    • Kalau penanda Toll Road di WME diaktifkan di segmen tipe selain  Jalan Tol , pengguna dapat bingung melihat perintah navigasi yg menyarankan melewati jalan berbayar, padahal rute tercepatnya jauh dan tidak melalui jalan tol. Dalam hal ini, kami juga menghimbau untuk tidak mengubah  Jalan Parkir  menjadi  Jalan  atau tipe jalan lainnya agar dapat menjadi jalan pintas suatu rute. Pengemudi biasanya enggan masuk ke tempat berbayar meskipun terlihat jelas sebagai jalan pintas di aplikasi klien, dan dapat mengakibatkan Laporan User Request bertipe Wrong Suggestion, yang tidak seharusnya terjadi.
    • Penjelasan logis lainnya untuk tidak menggunakan penanda Toll Road di  Jalan Parkir  adalah karena sebetulnya pengemudi BUKAN membayar biaya untuk jalannya, melainkan membayar tarif dan pajak lahan parkir, dimana  Jalan Parkir  termasuk dari bagian lahan parkir yang dikelola oleh suatu badan usaha. Hal ini seperti yang telah tertera dan diatur dalam UU 28/2009 tetang Pajak dan Retribusi Daerah, pasal 62-66.
  • Untuk sebuah Tempat yang besar, seperti Mal, Universitas, Kompleks Sekolah dan sebagainya, segmen-segmen  Jalan Parkir  yang PERLU dipetakan adalah sebagai berikut:
    • Pintu masuk dari jalan-jalan utama di luar area tersebut
    • Jalan-jalan tempat menurunkan penumpang, seperti Lobi dan Gedung Utama
  •  Jalan Parkir  memiliki penalti pada saat Wazer keluar dari segmen-segmen  Jalan Parkir . Hal ini digunakan Waze untuk mencegah routing melalui sebuah tempat
  •  Jalan Parkir  dapat digunakan Waze untuk mengasumsikan bahwa Wazer dengan kecepatan rendah sedang terjebak macet
  • Segmen-segmen  Jalan Parkir  tidak akan digunakan Waze untuk mendeteksi kemacetan

Penamaan

Penamaan segmen-segmen untuk  Jalan Parkir  dapat dilihat di sini.

Contoh-Contoh Pemetaan

Berikut adalah contoh-contoh pemetaan  Jalan Parkir  yang disarankan dan dijauhkan.

Tempat-Tempat Umum

Yang termasuk tempat-tempat umum adalah tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh Wazers, seperti Pusat Perbelanjaan, Sekolah/Universitas, Stadium, dan sebagainya.

Pemetaan Yang Salah Pemetaan Yang Benar
ID Bad PLR 01.png
  • Pemetaan semua segmen di ruas-ruas Tempat Parkir yang tidak diperlukan
  • Segmen-segmen merah yang belum dikonfirmasi dan tidak bisa digunakan
ID Good PLR 01.png
  • Pemetaan efisien yang hanya menghubungkan arus masuk dan keluar dari jalan utama
ID Bad PLR 02.png
  • Pemetaan semua segmen area parkir di Tempat yang tidak berfungsi apa-apa untuk Wazer
  • Tidak jelas arus masuk dan keluar dari tempat
ID Good PLR 02.png
  • Pemetaan efisien yang hanya menghubungkan arus masuk dan keluar dari jalan utama
  • Pemecahan segmen menjadi 3 segmen sehingga tidak terjadi slowdown antara jalan utama dan jalan parkir

Rest Area dan SPBU

Pemetaan Yang Salah Pemetaan Yang Benar
ID PLR RA 01 Before.png
ID PLR RA 01 After.png
ID PLR RA 02 Before.png
ID PLR RA 02 After.png

Pada kedua contoh di atas, pemetaan di gambar-gambar sebelah kiri salah karena banyak  Jalan Parkir  yang dipetakan tidak memiliki fungsi  Jalan Parkir  yang benar. Sementara di gambar-gambar sebelah kanan,  Jalan Parkir  yang dipetakan berfungsi menghubungkan segmen Jalan Tol ke Rest Area, dan memberikan gambaran kepada Wazers mengenai arus masuk dan keluar menuju Jalan Tol tersebut.

 Jalan Pribadi 

 Jalan Pribadi  adalah segmen-segmen khusus mirip dengan  Jalan Parkir , tetapi dengan maksud berbeda.

Berikut adalah bantuan dan pedoman pemetaan segmen-segmen  Jalan Pribadi  di Indonesia:

  • Kompleks-kompleks pribadi seperti cluster-cluster di perumahan
  • Sekolah atau Universitas yang dijaga dengan Pos Masuk dan Keluar
  • Instansi-instansi Militer
  • Daerah-daerah Perkantoran yang hanya dapat dilalui dengan Kartu Akses dan sebagainya
Untuk instansi-instansi militer, DILARANG KERAS memetakan jalan-jalan apapun yang ada di instansi tersebut, karena dapat digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Baca juga mengenai Tempat Instansi Militer di sini
ID logo icon.png


Seperti  Jalan Parkir , rute melalui  Jalan Pribadi  akan dikenakan penalti pada saat Wazer meninggalkan segmen  Jalan Pribadi  tersebut menuju segmen tipe jalan lain. Penalti ini diadakan supaya Waze tidak menggunakan  Jalan Pribadi  sebagai jalan pintas melalui area-area pribadi.

Perbedaan antara  Jalan Pribadi  dan  Jalan Parkir  adalah Waze akan memberitahukan jika ada hambatan pada  Jalan Pribadi , tapi tidak pada  Jalan Parkir .

Berikut adalah bantuan dan pedoman pemetaan segmen-segmen  Jalan Pribadi  di Indonesia:

  • Untuk kompleks perumahan (Cluster),  Jalan Pribadi  yang perlu dipetakan hanya jalan masuk dari jalan utama ke kompleks tersebut, dan BUKAN semua segmen di kompleks tersebut. Dalam contoh di bawah ini, jalan-jalan kompleks tetap dengan tipe  Jalan , tapi jalan masuknya (yang disorot) itu merupakan  Jalan Pribadi .

Contoh Pemetaan Jalan Pribadi

  • DILARANG memetakan  Jalan Pribadi  untuk jalan-jalan umum yang tidak terbatas.
  • DILARANG menggunakan  Jalan Pribadi  untuk memaksa Waze memberikan rute menghindari jalan-jalan umum yang pelan (Seperti jalan rusak atau jalan dalam perbaikan). Diskusikanlah situasi-situasi ini dengan editor yang lebih senior untuk mendapatkan solusinya.
  • DILARANG menggunakan fitur Jalan Tol/Toll Road untuk jalur masuk/keluar  Jalan Pribadi .

Ferry

Dalam proses pekerjaan


Jalan-Jalan Yang Tidak Dapat Dilalui Kendaraan

Dalam proses pekerjaan

Walking Trail

Walking Trail yang tidak dapat dilalui oleh mobil (Non-Drivable Road) dapat menyebabkan masalah routing yang sangat signifikan.

Walaupun WME menyebutkan bahwa Walking Trail tidak dapat dikendarai, sejak Mei 2015, Walking Trail DAPAT dirutekan, dan bahkan mendukung sistem penomoran rumah. Waze memperlakukan mereka sama seperti  Jalan Tanah , tapi memperlihatkan mereka secara berbeda. Walaupun secara historis penyunting dapat memutuskan Walking Trail dari segmen-segmen yang dapat dikendarai untuk mencegah Waze merutekan pengguna, hal ini tidak selalu berlaku. Jika sebuah Walking Trail, walaupun tidak dapat dilewati kendaraan, berada paling dekat sebuah hasil pencarian, server routing akan merutekan anda ke segmen terdekat dari Walking Trail tersebut.

Istilah Walking Trail mengesankan bahwa Waze akan mendukung pejalan kaki dan pengendara sepeda. Tetapi, sejak April 2015, Waze memfokuskan diri hanya untuk pengguna berkendaraan bermotor, dan tidak berencana untuk mendukung tipe aplikasi lainnya. Bahkan, pejalan kaki dan pengendara sepeda malah akan memberikan masalah kepada Waze dari sisi kecepatan dan indikasi keadaan lalu lintas.

Berdasarkan pembahasan di atas, DILARANG KERAS untuk memetakan Walking Trail untuk daerah Indonesia. Jika pada lapisan "GPS Points" terdapat banyak data di sebuah Walking Trail, maka tipe  Jalan Tanah  dapat digunakan.

Pedestrian Boardwalk

Di Indonesia, Pedestrian Boardwalk diperlakukan sama dengan Walking Trail. Pedestrian Boardwalk DILARANG KERAS dipetakan untuk daerah Indonesia.

Stairway

Di Indonesia, Stairway diperlakukan sama dengan Walking Trail. Stairway DILARANG KERAS dipetakan untuk daerah Indonesia.

Rel Kereta Api

  •  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  dipetakan untuk semua jalur kereta api di semua pulau.
  • Dalam kasus dimana ada segmen Rel paralel dengan jalan yang dapat dikendarai, memetakan  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  dapat membantu Waze mengenali data kecepatan yang tidak akurat dari pengguna Waze yang berada di dalam kereta, dan mencegah korupsi data untuk segmen yang dapat dikendarai.
  • Sejak 28 Oktober 2015, Waze telah memperbolehkan perlintasan antara  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  dan segmen yang dapat dikendarai. Hal ini dapat membantu server routing untuk mengenali Rel Kereta Api dan memasukannya ke dalam perhitungan routing.
Walaupun Waze telah mengenali lintasan antara segmen yang dapat dikendarai dengan  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  dan Waze memperbolehkan lintasan antara  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  dan segment yang dapat dikendarai, Unlock Request hanya untuk menyambungkan jalan-jalan tersebut Tidak Diperlukan
  • Properti untuk segmen-segmen  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  adalah sebagai berikut:
    • Tipe Jalan: Railroad
    • Arah (Direction): Two Way
    • Ketinggian (Elevation): Sesuai dengan elevasi segmen-segmen yang dapat dikendarai
    • Kunci (Lock): L5/6, untuk mencegah pemetaan yang salah


Runway/Taxiway

  • Dipakai hanya untuk memetakan batas-batas kecamatan/negara. Untuk fungsi ini, properti segmen-segment adalah sebagai berikut:
    • Tipe Jalan: Runway/Taxiway
    • Arah (Direction): Unknown
    • Ketinggian (Elevation): -5
    • Kunci (Lock): L5/6, untuk mencegah pemetaan yang salah
  • Dilarang Keras menempelkan segmen-segmen perbatasan dengan segmen-segmen yang dapat digunakan dalam routing.
  • Tipe jalan ini Tidak Perlu dipetakan sebagai di dalam kawasan Bandara (Airport), karena Waze tidak menggunakan tipe jalan ini untuk routing.