Penamaan Jalan Lihat riwayat

Revisi sejak 4 Februari 2021 05.05 oleh Iamrioo (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Jalan dapat diedit oleh pengguna yang telah pernah melewati jalan yang berada dalam radius 1 mile dari jalan yang akan diedit. Untuk mendapatkan akses edit yang lebih, pengguna dapat melamar untuk menjadi Manajer Area, yang memiliki akses edit lengkap (add, edit, delete).

Untuk mengedit nama jalan, pilih ruas jalan yang akan diedit namanya, klik tombol Sunting (atau Edit), pilih Jalan (atau Street), lalu masukkan jenis jalan (Jalan Utama/Primary Street, Jalan/Street dst), nama jalan, nama negara dst.

Penamaan jalan DILARANG menggunakan tanda titik (".") untuk singkatan, karena akan berpengaruh dengan fitur TTS (text-to-speech) Waze dalam pengucapan nama jalan tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai fitur ini dapat dilihat di halaman ini.

Jalan Raya Utama - Jalan Raya - Jalan Utama - Jalan

 Jalan Raya Utama  Jalan Raya  Jalan Utama  Jalan 

Format Yang Disarankan

Untuk penyeragaman, penamaan nama Jalan untuk Waze di Indonesia menggunakan format-format tersebut:

  1. Nama Jalan tanpa kata Jalan: Jenderal Sudirman
  2. Nomor Jalan dengan Angka Latin: 28

Kata Jalan secara umum tidak digunakan dalam penamaan jalan di Waze, kecuali untuk beberapa kondisi di bawah ini:

  1. Nama jalan yang hanya memiliki 1-2 karakter, seperti Jalan A, Jalan EE. Untuk tipe jalan ini, mengingat kemungkinan bahwa nama jalan seperti ini terdapat lebih dari daerah, penamaan disarankan menggunakan format Jalan <XX> (<Nama Kelurahan). Contoh: Jalan A (Utan Panjang).
  2. Nama sebuah kota atau daerah, contoh: Surabaya, Denpasar, Balikpapan = Jalan Surabaya, Jalan Denpasar, Jalan Balikpapan.
  3. Istilah administrasi wilayah negara, contoh Jalan Kabupaten, Jalan Kecamatan, etc.
  4. Prefiks Jalan tidak lagi digunakan jika ada turunan dari nama jalan tersebut, contoh: Denpasar 1, Denpasar 2, Denpasar 3, etc = tidak perlu memakai prefiks Jalan.

Format Yang Tidak Disarankan

  1. Penambahan kata Jl., Jl, atau sebangsanya
  2. Penggunaan spasi antara tanda sambung seperti - atau /, untuk menghemat tempat di layar aplikasi mobile yang kecil
  3. Untuk Kompleks Perumahan:
    1. Nama Blok di dalam sebuah kompleks perumahan tanpa ada konteks: Blok A, A. Hal ini tidak membantu pengguna karena tidak ada konteks bahwa Blok A tersebut ada di sebuah kompleks perumahan. Penamaan disarankan menjadi <nama kompleks> Blok <nama/nomor blok>
    2. Segmen yang diberi nama hanyalah segmen-segmen jalan utama di blok tersebut. Tidak semua segmen harus dinamakan
    3. Jika 1 segmen memiliki 2 blok (contoh: Blok A di bagian kiri segmen, Blok B di bagian kanan), makan segmen tersebut tidak perlu diberikan nama
  4. Sama seperti point ke-2, nama gang: Gang 2, Gang 1B
  5. Nomor Jalan dengan Angka Romawi: XXVIII

Daftar Singkatan

Terkadang, ada bagian dari nama jalan yang bisa disingkat tanpa mengurangi artinya. Gunakan tabel di bawah ini untuk membuat singkatan nama jalan.

Nama Singkatan
Boulevard/Bulevar Blvd
Brigadir Jenderal Brigjen (Tanpa Titik)
Daeng Tidak perlu disingkat menjadi Dg.
Doktor DR (Tanpa Titik)
Gang Tidak perlu disingkat menjadi Gg.
Haji Tidak perlu disingkat menjadi Hj.
Jenderal Tidak perlu disingkat menjadi Jend
Kyai Haji KH
Letnan Jenderal Letjen (Tanpa Titik)
Lorong Tidak perlu disingkat menjadi Lr.
Mayor Jenderal Mayjen (Tanpa Titik)
Mohammad/Muhammad Moh/Muh (Tanpa Titik)
Professor Prof (Tanpa Titik)

Jalan Tol dan Penghubung

 Jalan Tol  Penghubung 

Jalan Tol

 Jalan Tol 

Untuk penyeragaman, penamaan nama  Jalan Tol  untuk Waze di Indonesia menggunakan format-format berikut:

  • Kata Jalan tidak digunakan: Tol Lingkar Luar, Tol Wiyoto Wiyono.
  • Segmen-segmen jalan tol tidak diperbolehkan untuk diberikan nama kotanya, karena banyak segmen-segmen jalan tol yang melewati berbagai kota/kabupaten, sehingga tidak perlu diisi nama kotanya.
  • Untuk Jalan-jalan Tol yang merupakan ruas dari Tol yang lebih panjang, format yang digunakan adalah Tol <segmen awal>-<segmen akhir>: Tol Jakarta-Tangerang, Tol Surabaya-Gempol. Untuk tipe Jalan Tol seperti ini, tidak diperbolehkan untuk dibolak-balik.
  • Untuk Jalan-jalan Tol yang memiliki nama populer/umum, nama yang digunakan adalah nama tersebut: Tol Becakayu untuk Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Tol Cipularang untuk Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang.
  • Ada beberapa ruas yang ruas bolak-baliknya bisa digunakan namanya: Tol Tomang-Semanggi untuk arah dari Tomang ke Semanggi, tetapi untuk arah sebaliknya, Tol Semanggi-Tomang digunakan.

Catatan:

  • Sesuai Best Practice Waze, karena jalan tol adalah jalan-jalan penting, ruas-ruas jalan tol akan dikunci dengan Level tinggi untuk mencegah penyuntingan yang tidak benar dan merusak arah pengemudi.

Penghubung

 Penghubung 

Ramp digunakan untuk menyambungkan jalan tol dengan jalan normal. Ada 2 tipe Penghubung, dan penamaannya adalah sebagai berikut:

  1. Semua segmen Penghubung harus diberikan nama kotanya, untuk mencegah kesalahan routing di Waze App
  2. Penghubung Keluar (Exit Ramp):
    1. Untuk Exit Ramp, format nama jalan yang disarankan adalah sebagai berikut: Exit <Tujuan 1/Tujuan 2/.../Tujuan n>. Biasanya sebelum terdapat Exit Ramp, ada papan nama jalan yang menunjukkan tujuan dari Ramp tersebut. Gunakan informasi yang ada di papan jalan tersebut sebagai nama Exit Ramp. Contoh: Exit Tomang/Grogol
    2. Ada beberapa Exit Ramp yang mempunyai tanda KM di papan nama jalannya. Sebagai contoh, di ruas tol Jakarta-Tangerang, Penghubung Keluar Kebon Jeruk dan Kedoya ada di KM 3, Penghubung Keluar Kunciran/Alam Sutera/Serpong ada di KM 14 (Penghubung ini tidak konsisten. Di tanda jalannya tersebut KM 14, tetapi di Penghubung Keluarnya sendiri ada tanda KM 15).
    3. Jika Exit Ramp tidak mempunyai tanda KM, nomor KM tersebut tidak perlu ditulis di segmen Ramp.
    4. Ada kemungkinan 2 buah Penghubung mempunyai tujuan yang sama. Hal ini wajar, dan tidak menjadi masalah.
    5. Dilarang menggunakan kata Arah untuk Penghubung Keluar. Semua segmen Penghubung Keluar harus diberi nama Exit.
  3. Penghubung Masuk (Entrance Ramp): Untuk Entrance Ramp, format nama jalan yang disarankan adalah sebagai berikut:
    1. Untuk Entrance Ramp dengan papan jalan seperti contoh di bawah ini, gunakan tujuan tersebut sebagai nama Entrance Ramp. Untuk contoh di bawah, nama yang digunakan adalah Arah Tomang/Tangerang/Soekarno Hatta (Lewat Jalan Tol).
    2. Untuk Entrance Ramp tanpa papan jalan seperti butir pertama, tetapi memiliki Gardu Tol (Toll Booth) pada Entrance Rampnya, gunakan nama Gerbang Tol <nama Gerbang Tol>. Contoh: Gerbang Tol Tomang.
    3. Untuk Entrance Ramp tanpa papan jalan atau Gerbang Tol, Entrance Ramp tidak perlu diberi nama.

Nomor Rute Jalan Nasional

Waze akan menampilkan Nomor Rute Jalan di aplikasi Waze. Nomor Rute ini dibuat langsung oleh Server Waze dengan mengikuti pola-pola penamaan jalan tertentu. Tabel di bawah ini dapat digunakan sebagai dasar informasi Penomoran Jalan di Indonesia.

Rambu
Jalan
Pola Penamaan
di WME
Keterangan
  • Nx Nama Jalan
  • Nxx Nama Jalan
  • Berlaku untuk Pulau Jawa

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR: KP.2072/AJ.001/DRJD/2019

  • Berlaku untuk Pulau Bali

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR: KP.2073/AJ.001/DRJD/2019

  • Berlaku untuk Pulau Sumatera

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR: KP.2058/AJ.001/DRJD/2019

Segmen-Segmen Khusus

Jalan Parkir

 Jalan Parkir 

Sesuai dengan poin pertama dari aturan global ini, Jalan Parkir KHUSUS digunakan untuk memetakan jalan-jalan parkir, dan BUKAN untuk jalan-jalan pintas.

Saat ini,  Jalan Parkir  TIDAK perlu diberi nama.

Bundaran

Sesuai ketentuan global, Bundaran TIDAK boleh diberi nama, karena penamaan Bundaran akan mengganggu proses routing Waze.

Contoh Penamaan Segmen Bundaran yang Benar

Jika sebuah Bundaran memiliki nama yang mungkin dipakai oleh orang-orang kota tersebut, penamaan dapat diberikan dengan membuat sebuah tempat bertipe "Junction/Interchange" atau "Park" di Bundaran tersebut, lalu Tempat itu dinamakan sesuai dengan nama Bundaran yang dimaksud.

Contoh Penamaan Bundaran yang Benar

Rel Kereta Api

 |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-| 

  •  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  dinamakan dengan nama Rel Kereta Api, dan penamaan ini berlaku untuk semua tipe kereta api (LRT, MRT, dsb). Waze menggunakan tipe jalan ini hanya sebagai marker di aplikasi klien, jadi penamaan yang berbeda-beda sebenarnya tidak berpengaruh.
  • DILARANG menambahkan nama kota pada segmen-segmen  |-|-|-|-|-|-|-|-|-| Rel Kereta Api |-|-|-|-|-|-|-|-|-|  untuk mencegah smudging.

Segmen Lainnya

Untuk segmen-segmen lainnya, untuk Waze di Indonesia adalah sebagai berikut:

Segmen Penamaan dan Keterangan Contoh
U-turn

Segmen-segmen penyambung jalan untuk membelok (U-turn) TIDAK PERLU diberi nama.

-
Jalan Untuk Motor
  • Mengunakan tipe jalan Gang/Narrow Street
  • Tidak perlu lagi diberi nama Hanya untuk Motor
  • Memasang Restriksi Kendaraan khusus motor

n/a

Segmen Penyambung Jalan Utama (At-grade Connector)

Arah [Nama Daerah 1/Nama Daerah 2/Nama Daerah n], dengan ketentuan-ketentuan:

  • Huruf A pada Arah ditulis dengan huruf besar
  • Tidak ada spasi antara /
Arah Magelang/Semarang
Jalan Penghubung Antar Kecamatan

Jalan-jalan Raya penghubung antar Kecamatan ditulis sebagai berikut:

  • Ruas Utara-Selatan: Jalan Raya [Kecamatan di Utara]-[Kecamatan di Selatan]
  • Ruas Barat-Timur: Jalan Raya [Kecamatan di Barat]-[Kecamatan di Timur]
  • Ruas Diagonal (Barat Laut-Tenggara atau Barat Daya-Timur Laut): Sama seperti Ruas Barat-Timur

Ketentuan-ketentuan lain adalah sebagai berikut:

  • Tidak ada spasi di antara -.